Penasaran Itu Candu
"Sendirian aja, kayaknya lagi galau"
Hati gue berbicara, saat tak sengaja menolehkan kepala ke arah kiri. Lalu melihat dia berjalan sendiri, dengan kepala yang tunduk kebawah.. Entah mengapa, gue jadi ingin mencari tau soal perempuan yang baru gue lihat itu.
Ini adalah awal gue dekat dengan seseorang junior yang sebelumnya nggak gue kenal. Mungkin gue adalah orang yang selalu punya perasaan penasaran yang ingin tahu tentang keadaan seseorang, atau bahasa kerennya (Kepo).
Sekarang gue melanjutkan jejak percintaan gue dengan menjadi seorang secret admirer. Menjadi orang yang mengagumi perasaan seorang cewek dengan diam-diam, karena dengan ini gue bisa menjauhkan hati gue dari perasaan sakit hati, tapi begonya, gue harus memendam perasaan ini sendirian.
Sekarang gue lagi deket-deketnya dengan seseorang yang tak lain, bukan sinna. Gue udah move on dari dia, dan udah menjauhkan rasa suka yang pernah ditolak olehnya. Gue sekarang lagi deket dengan adek kelas yang namanya Ara, kita memang beda 2 tahun. Tapi gppa, cinta nggak mandang perbedaan tinggi badan dan umur. Mungkin kalau kita jalan berdua, akan terlihat seperti adik - kakak.
Kemarin gue sempet nawarin dia film yang baru keluar dari bioskop, yaitu film Cinta brontosaurus sama Manusia setengah salmon. Film anak muda yang paling disukai anak SMA. Gue juga suka sih sebenernya. hehe.. Dengan hal seperti itu, memudahkan gue untuk bisa lebih dekat dengannya.
Pada awalnya gue sedikit nggak percaya, kalo gue beneran bisa deket sama dia. Dan juga rasa gemeteran pas ngasihin flasdish waktu bell istirahat didepan kelasnya Ara, sediki demi sedikit rasa berani itu muncul dalam diri gue.
Untuk menatap matanya langsung dengan jarak 1 meter dari hadapan wajahnya pun gue harus siapin mental. "Sadis.." kata gue, dengan jantung yang berdegup cepat. Tatapan matanya yang tajem, hampir menusuk mata gue.
"Ini Ra flashdisnya, film yang kemaren udah ada sama film-film lainnya juga ada disini" Gue memberanikan menyodorkan benda kecil berwarna biru dihadapannya.
"Makasih ya kak, kakak baik banget.. :)" Tatapan matanya semakin menajam, dia tersenyum ke-arah gue
Karena gue gak kuat melihat tatapan Ara, gue membalasnya dengan senyuman yang manis juga. Rasanya gue seneng banget hari ini. Sambil loncat-loncat kegirangan.
Gue kasih tau nih, ya. Kemaren aja ada temen gue yang sempet deket sama Ara tapi gak lama dia pergi gitu aja dan anehnya dia gak berani ngungkapin perasaannya ke Ara. Soalnya dia pernah mimisan karena tatapan mata yang menancap di hidungnya.
Kalo lo bisa menatap matanya lebih lama, mungkin lo bakal langsung pingsan didepannya. Gue aja sampe lemes gregetan.
Tapi dengan rasa yakin, gue pasti bisa jadi temen yang baik, gue sempet tukeran nomer handphone sama dia, dan sampe sekarang gue jadi sering smsan, dan sedikit-sedikit bisa mengenalnya lebih dekat. Dan lama-lama juga gue jadi beneran suka.
Jadi sekarang gue sering smsan dan nyempetin waktu kusong untuk telponan. dia masih sering minjem flesdis gue yang gue isi dengan film-film seru. Nggak cuma itu, gue juga pernah minjemin buku novel yang katanya bagus untuk seorang secret admirer, karena gue orangnya hobby baca dan nulis. Katanya sih dia secret admirer juga, yang sama seperti gue. Lho kok bisa?
Gue aja gak nyangka, gue sendiri adalah seorang secret admirer yang diem diem suka sama dia, dan dia sendiri adalah seorang pengagum rahasia yang suka sama gue, jadi kita adalah 2 orang secret admirer yang saling menyukai, dan untuk jadian itu gak pernah terjadi sampe sekarang.
Padahal banyak cowok yang lebih ganteng dan lebih putih dari gue yang suka sama Ara, tapi kenapa dia lebih ingin dekat dengan gue ? ini perlu diteliti.. !!
"Ra, katanya lagi deket sama kakak kelas juga ya?", kata gue membuka pembicaraan dari sebuah telpon
"Dih kata siapa Ka ?, Ee-engga juga.." balas dia terpatah-patah
"Kemaren kakak sempet denger ada gosip tentang kak Alpath gitu. Hehe"
"Enggak kok kak, aku emang lagi suka, tapi bukan sama kak Alpath.."
"Sama siapa ??" Si kepo mulai penasaran
Sekarang gue masih penasaran dengan cowok yang dia sukai. Sampai saat itu gue menjalani hidup seperti biasa, bangun - tidur - makan, bangun - tidur - makan, tapi kali ini ada temen sms. Gue sebagai kakak yang baik, harus mencontohkan sifat yang baik juga kepada adek junior gue.
Entah kenapa sampai sekarang, flasdish yang gue pinjemin ke Ara masih belum dibalikin juga ?. Jangan - jangan flesdis gue kecebur ke dalem sumur. "Kata gue menghayal". Tapi semoga aja nggak sampe terjadi, soalnya ntu flasdish udah pernah masuk kedalam mesin cuci.
Setiap bell istirahat gue jadi lebih sering nongkrong dan maling - maling pandang dari depan kelas gue-ke-depan-kelasnya-Ara, namun karena ketajaman mata yang begitu mencolok, kemaren gue sempet beradu kepala saat membuka pintu kelas. Gue sih gppa, tapi temen gue masuk ke UKS.
Komentar